Skip to content

Kompos dan Hara Anorganik, perkuat Vigor Tanaman melawan Penyakit

29 Desember 2010

Fenomena di lapangan dengan banyaknya petani (padi sawah) menggunakan pupuk N (urea) over dosis, dari rekomendasi rataan per Ha/musim = 250 kg diaplikasi hingga lebih 500 kg/Ha bahkan lebih, sangat mengkhawatirkan jika dilihat dari kepentingan perkuatan vigor tanaman terhadap serangan penyakit. Anggapan para petani, tanpa penambahan dosis urea itu, konon daun padi maupun jagung tidak hijau dan telah terjadi penurunan hasil dari biasanya, harus segera mendapat pencerahan. Kondisi berlebihan, dosis pupuk kimia, bukan saja membuat subsidi negara kepada pupuk, dari tahun ke tahun, akan makin besar melainkan juga, eksploitasi sawah melalui masukan dosis tinggi pupuk kimia akan menurunkan kemampuan tanaman melawan penyakit. Padahal, tanah sawah, yang memang sudah over eksploitasi, sebenarnya kekurangan C Organik menjadi pangkal penyebab dari penurunan produktivitas, dan bukan kurang nutrisi pupuk. Bayangkan, jika setiap musim di panen 6 sd 8 ton/ ha gabah, namun input (pupuk kimia urea, SP dan KCL) ke sawah 500 kg, tanpa adanya masukan lain dari bahan organik oleh pengembalian limbah sisa panen dan bahan organik lain ( sisa makanan manusia, sisa dapur dan sampah organik) kedalamnya, puluhan tahun sawah itu ditanami, akan dikuras habis kesuburannya.

Hal berbeda dengan keadaan umum petani diatas, bagi yang menyiapkan bertani padinya dirancang sebagai usaha (bisnis). Dengan tujuan  pemeliharaan tanah secara jangka panjang, petani di luasan 10 ha, sejak tahun 2005 di Ciparay Bandung, ibu Tuti melakukannya secara berbeda. Dengan terlebih dahulu menetapkan segmen pasar beras yang akan dihasilkannya yakni konsumen beras sehat, dirancanglah usaha produksi dan membuat beras BerSeka ( beras sehat).

Guna memenuhi tren permintaan konsumen tersebut, kemudian digunakan paket teknologi untuk penciptaan kualitas beras sehat, rasa enak dan pulen, dengan memberikan kompos, pupuk organik cair dan pupuk tablet Gramalet Padi. Pemanfaatan kompos dan pupuk kimia secara tepat, atau pemupukan terpadu dengan pupuk anorganik dikombinasi pupuk organik kompos, pada padi sawah, telah menampakan hasil berbeda. Vigor tanaman lebih kekar, malai dengan gabah lebih bernas, perolehan rendemen beras meningkat, hingga rataan 77 persen dari gabah kering giling (GKG). Dan, rasa nasi jadi  lebih pulen enak. Kombinasi kompos dan unsur hara anorganik dari pupuk tablet Gramalet, pada tanaman padi  dan jagung, menunjukkan adanya perkuatan vigor tanaman. Lebih lanjut, perkuatan vigor tanaman telah menunjukkan, menurunnya intensitas OPT, naiknya kemampuan melawan penyakit. Menurunnya intensitas  organisme pengganggu tanaman (OPT), ditunjukan oleh pengamatan visual. Sawah, dengan aplikasi pupuk tunggal berupa Urea, SP dan KCL, di sekitar lokasi Ibu Tuti, terkena serangan wereng, padahal, saat sama, sawah dengan aplikasi kompos dan Gramalet tablet memiliki penampilan kekar dan tidak roboh oleh angin kencang.

Dosis Tablet Pada Padi Sawah

Penggunaan tablet Gramalet Padi, dengan dosis 120 kg ( varietas lokal dan unggul) atau 160 kg ( padi hibrida), akan terdapat penghematan nasional atas urea, SP dan KCl. Cara aplikasi Pupuk Gramalet Padi adalah dengan membenamkan 3 gr pupuk Gramalet® Padi (1 butir @ 3 gr) diantara/ ditengah-tengah 4 rumpun padi, pada kedalaman sekitar 5 cm dari permukaan tanah. Penggunaan aplikator urea tablet, misalnya, juga dapat membantu percepatan pembenaman. Aplikasi dosis 3 gram tablet  pada setiap 4 rumpun jangan melebihi dosis yang ditetapkan. Caranya, lewati 1 antara 4 rumpun, yaitu kesamping kiri dan kanan maupun ke depan dan belakang. Sawah dalam keadaan pengairan macak – macak dan waktu pemupukan pada ( 3 – 14 ) HST ( Hari Setelah Tanam) direkomendasikan.

Penggunaan pupuk organik, berupa kompos padat, dilakukan dengan cara menabur pada lahan sawah sesaat pemupukan tablet. Sementara, pupuk organik cair dilakukan dengan cara disemprotkan ke arah daun dan batang, setiap minggu, atau di saat dirasakan perlu.

http://www.kompos.biz/

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: